Selasa, 26 Oktober 2010

KEMAJUAN DINASTI UMAYYAH

KEMAJUAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN, ILMU PENGETAHUAN, SOSIAL DAN BUDAYA
PADA MASA DINASTI UMAYYAH

BIDANG PENDIDIKAN
Pada masa dinasti Umayyah pola pendidikan bersifat desentrasi,. Kajian ilmu yang ada pada periode ini berpusat di Damaskus, Kufah, Mekkah, Madinah, Mesir, Cordova dan beberapa kota lainnya, seperti: Basrah dan Kuffah (Irak), Damsyik dan Palestina (Syam), Fistat (Mesir). Diantara ilmu-ilmu yang dikembangkannya, yaitu: kedokteran, filsafat, astronomi atau perbintangan, ilmu pasti, sastra, seni baik itu seni bangunan, seni rupa, amuoun seni suara.
Pada masa khalifah-khalifah Rasyidin dan Umayyah sebenarnya telah ada tingkat pengajaran, hampir sama seperti masa sekarang. Tingkat pertama ialah Kuttab, tempat anak-anak belajar menulis dan membaca, menghafal Al-Qur’an serta belajar pokok-pokok Agama Islam. Setelah tamat Al-Qur’an mereka meneruskan pelajaran ke masjid. Pelajaran di masjid itu terdiri dari tingkat menengah dan tingkat tinggi. Pada tingkat menengah gurunya belumlah ulama besar, sedangkan pada tingkat tingginya gurunya ulama yang dalam ilmunya dan masyhur ke’aliman dan kesalehannya.
Umumnya pelajaran diberikan guru kepada murid-murid seorang demi seorang. Baik di Kuttab atau di Masjidpada tingkat menengah. Pada tingkat tinggi pelajaran diberikan oleh guru dalam satu halaqah yang dihadiri oleh pelajar bersama-sama.
Pemerintah dinasti Umayyah menaruh perhatian dalam bidang pendidikan. Memberikan dorongan yang kuat terhadap dunia pendidikan dengan penyediaan sarana dan prasarana. Hal ini dilakukan agar para ilmuan, para seniman, dan para ulama mau melakukan pengembangan bidang ilmu yang dikuasainya serta mampu melakukan kaderisasi ilmu. Di antara ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa ini adalah:
1. Ilmu agama, seperti: Al-Qur’an, Haist, dan Fiqh. Proses pembukuan Hadist terjadi pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz sejak saat itulah hadis mengalami perkembangan pesat.
2. Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid ibn Syariyah Al Jurhumi berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah.
3. Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segla ilmu yang mempelajari bahasa, nahu, saraf, dan lain-lain.
4. Budang filsafat, yaitu segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantik, kimia, astronomi, ilmu hitung dan ilmu yang berhubungan dengan itu, serta ilmu kedokteran.
Pola pendidikan pada periode Bani Umayyah telah berkembang jika dilihat dari aspek pengajarannya, walaupun sistemnya masih sama seperti pada masa Nabi dan khulafaur rasyidin. Pada masa ini peradaban Islam sudah bersifat internasional yang meliputi tiga benua, yaitu sebagian Eropa, sebagian Afrika dan sebagian besar Asia yang kesemuanya itu dipersatukan dengan bahasa Arab sebagai bahasa resmi Negara.
BIDANG ILMU PENGETAHUAN
Masa pemerintahan Daulah Bani Umayyah juga bisa dikatakan sebagai awal perkembangan ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam. Pada masa ini, telahberkembang ilmu pengetahuan secara tersendiri dengan masing-masing tokoh spesialisnya.Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dilakukan oleh para khalifah dengan jalan memberikan dorongan atau motivasi. Para khalifah memberikan hadiah-hadiah cukup besar bagi para ulama, ilmuwan, serta para seniman yang berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Untuk kepentingan ilmu pengetahuan, disediakan anggaran oleh negara. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan berkembang dengan pesatnya.
Pada masa Bani Umayah terdapat beberapa pusat kegiatan ilmiah, diantaranya di kota Kufah dan Bashrah. Perkembangan ilmu pengetahuan ditandai dengan munculnya ilmuwan-ilmuwan yang ahli dalam berbagai bidang, juga pada saat itu mulai ada penterjemahan buku astronomi, kedokteran dan kimia. Ilmuwan yang ahli di bidang penterjemahan yang pertama adalah Khalid bin Yazid bin Muawiyah, ia seorang penyair dan orator terkenal.
Pada masa itu ilmu pengetahuan mengalami perkembangan. Berbagai jenis ilmu pengetahuan ditemukan, baik yang bersumber dari Al-Qur’an maupun yang bersumber dari akal, diantaranya:
1. Ilmu Qira’at adalah suatu ilmu tentang bacaan Al-Qur’an yang benar.
2. Ilmu Tafsir adalah ilmu yang mempelajari makna ayat-ayat al-Qur’an beserta arti dan maksudnya.
3. Ilmu Hadis adalah ilmu untuk mengetahui sah atau tidaknya suatu hadis, serta hubungannya denga al-Qur’an.
4. Ilmu Tata Bahasa Arab seperti Nahwu, Sharaf, Balaghah dan lain-lain.
5. Ilmu Kimia yang berasal dari orang-orang Yunani.
6. Ilmu Kedokteran untuk mengetahui berbagai macam penyakit dan pengobatannya.
7. Ilmu Sejarah , yang banyak diterangkan dalam al-Qur’an, mengisahkan perjalanan hidup umat manusia zaman dahulu.
8. Ilmu Seni Arsitektur, suatu ilmu yang mempelajari keindahan bangunan.
Pada masa itu juga terdapat berbagai lembaga pendidikan dan juga majlis-majlis ilmiah. Khalifah Umar bin Abdul Aziz sering mengundang para ulama’ dan fuqaha’ diantaranya Hasan al-Bisri, Ibnu Syihab az-Zuhri, Wasil bin Atha’ dan lain-lain untuk mengkaji ilmu pengetahuan.
BIDANG SOSIAL
Pada masa pemerintahan Dinasti Umayah dilakukan perbaikan system politik Negara dengan pembentukan lembaga-lembaga pemerintahan. Hal ini membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, terutama dengan terbentuknya lembaga keuangan Negara (An-Nidham Al-Mali), lembaga ini mempunyai tugas antara lain:
1. Mengatur gaji tentara dan pegawai negeri.
2. Mengatur biaya tata usaha Negara.
3. Mengatur biaya pembangunan sarana pertanian.
4. Mengatur biaya untuk orang-orang hukuman dan tawanan perang.
5. Mengatur biaya peralatan perang.
6. Mengatur hadiah-hadiah untuk ulama’ dan sastrawan Negara.
Dengan adanya lembaga-lembaga tersebut pemerintah mampu membangun panti asuhan anak yatim dan panti jompo, juga membangun sarana-sarana umum seperti masjid, jalan dan saluran air.
Pada zaman Bani Umayah wilayah islam sangat luas. Oleh karena itu sangat diperlukan system pemerintahan yang maju. Maka diangkatlah para pegawai dan didirikan kota-kota pusat pemerintahan , pusat-pusat pengadilan dan dibentuk pula polisi-polisi keamanan. Dibentuk pula hukum agar warga Negara mendapatkan perlindungan hukum dari pemerintah, yang dilaksanakan oleh lembaga kehakiman Negara (An-Nidham Al-Qadlai) yang dipimpin oleh seorang hakim yang bertugas memutuskan suatu perkara dengan ijtihad berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.
Adanya perbaikan ekonomi, jaminan sosial serta perlindungan hukum dari pemerintah ini membawa kesejahteraan rakyat sehingga dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan di bidang yang lainnya seperti bahasa, seni, dan budaya.
BIDANG BUDAYA
Melalui bangsa Arab (Islam), Eropa dapat memahami ilmu pengetahuan kuno seperti dari Yunani dan Babilonia. Tokoh tokoh yang mempengaruhi ilmu pengetahuan dan kebudayaan saat itu antara lain sebagai berikut.

1. Al Farabi (780-863M)
Al Farabi mendapat gelar guru kedua (Aristoteles digelari guru pertama). Al Farabi mengarang buku, mengumpulkan dan menerjemahkan buku- buku karya aristoteles.

2. Ibnu Rusyd (1120-1198)
Ibnu Rusyd memiliki peran yang sangat besar sekali pengaruhnya di Eropa sehingga menimbulkan gerakan Averoisme (di Eropa Ibnu Rusyd dipanggil Averoes) yang menuntut kebebasan berfikir. Berawal dari Averoisme inilah lahir roformasi pada abad ke-16 M dan rasionalisme pada abad ke-17 M di Eropa. Buku-buku karangan Ibnu Rusyd kini hanya ada salinannya dalam bahasa latin dan banyak dijumpai di perpustakaan- perpustakaan Eropa dan Amerika. Karya beliau dikenal dengan Bidayatul Mujtahid dan Tahafutut Tahaful.

3. Ibnu Sina (980-1060 M)
Di Eropa, Ibnu Sina dikenal dengan nama Avicena. Beliau adalah seorang dokter di kota Hamazan Persia, penulis buku-buku kedokteran dan peneliti berbagai penyakit. Beliau juga seorang filsuf yang terkenal dengan idenya mengenai paham serba wujud atau wahdatul wujud. Ibnu Sina juga merupakan ahli fisika dan ilmu jiwa. Karyanya yang terkenal dan penting dalam dunia kedokteran yaitu Al Qanun fi At Tibb yang menjadi suatu rujukan ilmu kedokteran.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar